S T A T U T A
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ELOHIM INDONESIA
SEJARAH SINGKAT
Berawal dari Seminari Teologi Elohim Ampelgading (STELA), yang didirikan oleh Pdt. David Sungin Han MST, pada tanggal 8 Agustus 1990 yang saat itu menjabat sebagai Ketua Lembaga Pelayanan Kristen Indonesia (LEPKI) di Malang, bersama dengan rekannya Pdt. Lee Jang Ho. Setahun kemudian STELA diubah menjadi Akademi Teologi Elohim Indonesia (ATESIA) . Untuk memenuhi kebutuhan tenaga hamba Tuhan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman, maka sejak tahun 1997 ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia (STTELA) dengan program strata satu (S1 Teologi Kependetaan) di bawah asuhan Yayasan Dian Kencana Indonesia (DIAKINDO). Kampus STTELA terletak di desa Tirtomarto, kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
LATAR BELAKANG
Dewasa ini Gereja bertumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Bersamaan dengan itu, bangsa Indonesia juga menhadapi era Globalisasi, Industrialisasi, Informasi, Restrukturisasi dalam segala bidang, yang di pengaruhi oleh pluralism, bahkan di Negara-negara maju, Gereja mengalami paska modernisasi. Situasi ini juga telah mempengaruhi gaya hidup bangsa Indonesia yang sedang memasuki era Reformasi dalam segala bidang. Demikian juga halnya dengan pola hidup dan pola pikir masyarakat Indonesia, tak terkecuali umat Kristen dalam berteologi.
Realita ini telah menimbulkan banyak masalah baru, seperti pergeseran teologis, pergeseran norma-norma moral dan etika, ekologi, kemiskinan, pendidikan, dalam bidang sosial dan ketegangan politik. Penduduk Indonesia yang sebagian besar tersebar di pedesaan , namun kurang mendapat perhatian dari para pemimpin, termasuk Gereja Tuhan, sehingga terjadi “gap” sosial antara desa dan kota. Kondisi ini mengingatkan kepada kita semua, Bahwa pelayanan Tuhan Yesus tidak hanya di kota-kota, tetapi sampai ke desa-desa. Untuk itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, taat dan setia kepada Firman Tuhan, memelihara kekudusan, berpotensi, terampil, peka dan bersedia menjadi pemimpin yang menghamba dan melayani.
AFILIASI DAN PROGRAM
Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia (STTELA) di kelola oleh Yayasan Dian kencana Indonesia (DIAKINDO) , terdaftar di direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama RI No. F/Kep/HK. 00.5/102/2742/99, Tgl 31 Agustus Tahun 1999. Adapun STTELA telah terakreditasi dengan status Terdaftar di Departemen Agama RI No. 576 Tahun 1999, Tgl 13 Oktober 1999 dan diperbarui dengan nomor DJ. III/Kep/ HK.00.5 /355/3702/2005 pada tanggal 24 Nopember 2005. Sekolah ini juga tergabung Sebagai Anggota PASTI (Persekutuan Antar Sekolah Teologi Injili Indonesia), dan di persiapkan menjadi anggota PERSETIA (Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia). Saat ini STTELA baru memiliki 1 (satu) Program Studi strata satu (S1) Teologi Kependetaan. Program gelar ini mensyaratkan 160 sks termasuk skripsi dan praktik pengalaman lapangan.
LOGO STT ELOHIM INDONESIA

- Logo Sekolah Tinggi Elohim Indonesia berbentuk segi lima berwarna biru : merupakan azas organisasi yang menaungi STTELA, yaitu kelima nilai Pancasila.
- Huruf Yunani Alpha dan omega, berarti “yang Awal dan yang Akhir” merupakan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus Kristus sesuai dengan Wahyu 1:8 .
- Lingkaran Bola Dunia (Matius 28:19-20 dan I Korintus 3:11) bermakna sebagai dasar panggilan untuk melaksanakan amanat Agung Tuhan Yesus sampai ke seluruh dunia.
- Tulisan “SOLI DEO GLORIA” (Mazmur 29:1-2) artinya seluruh pelayanan STTELA berorientasi hanya untuk kemuliaan Tuhan.
- Tulisan “Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia” merupakan identitas kelembagaan.
VISI DAN MISI STTELA
Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia hadir dengan mengusung sebuah visi yaitu mewujudkan hamba Tuhan yang tangguh dan siap pakai dalam membangun iman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka misi yang hendak dilaksanakan melalui lembaga ini adalah :
- Menyelenggarakan pendidikan teologi yang kontekstual dan memiliki ketrampilan dalam pelayanan pedesaan.
- Melaksanakan penelitian teologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
- Melaksanakan pengabdian masyarakat di bidang pertanian, industri rumah tangga, dan jasa.
Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah masyarakat agraris dan kepulauan, serta tinggal di daerah pedesaan sehingga lembaga ini berdiri dan melayani dengan beberapa tujuan, yaitu :
- Memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kerohanian.
- Membentuk hamba-hamba Tuhan yang mampu mengadakan transformasi masyarakat.
Berdasarkan pada visi, misi serta tujuan lembaga maka Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia memiliki satu sasaran utama yaitu untuk mendidik generasi muda yang mampu berteologi dan terpanggil melayani daerah pedesaan dan daerah terpencil.
MAKNA VISI DAN MISI
Makna dari visi dan misi STTELA adalah bahwa lembaga ini dipanggil sejak lahirnya untuk fokus pada pelayanan pedesaan sehingga fokus dan orientasi dari setiap kegiatan pembelajaran diarahkan untuk membentuk dan memperlengkapi mahasiswa agar siap pakai dalam pelayanan di pedesaan dan daerah tertinggal baik dalam bidang rohani maupun non rohani.
KOMITMEN SPIRITUAL DAN TEOLOGIS
- Spritualitas STTELA Pertama dicetuskan oleh hamba Tuhan yang berjiwa misi (Pdt David Sungin Han MST dan Pdt Lee Jang Ho) yang berlatar belakang Gereja Presbetarian. Mereka memiliki semangat penginjilan kepada sesama, dan menekankan pelayanan sampai ke ujung bumi dengan dasar Firman Tuhan Matius 28:19-20. Selanjutnya nilai-nilai ini diteruskan oleh seorang hamba Tuhan (Firnoyoso Sabdono, S.Th. M.Div), pemimpin Rohani yang menambahkan prinsip-prinsip pelayanan dengan dasar Firman Tuhan: Filipi 2:5-7 yaitu seorang pelayan yang memiliki “hati hamba” .
- Teologis : STTELA menerima kewibawaan mutlak Alkitab PL dan PB dalam pemahaman teologis dan penghayatan moral-spritual berdasarkan kesaksian Roh Kudus tentang kebenaran Alkitab sebagai Firman Allah, menerima prinsip teologis yang bersifat Theo-Kristosentris (Trinitarian, tumbuh dalam teologi Reformasi Historik seperti yang tercermin dalam pengakuan Iman yang bersifat Ekumenis, Reformasi, Injili yaitu:
a) Pengakuan Iman Rasuli.
b) Pengakuan Iman Nicea.
c) Pengakuan Iman Athanasia.
d) Pengakuan Iman Chelcedon.
e) Katekismus Heidelberg.
Mengadakan penyelidikan teologi, serta mempersiapkan tenaga pelayan gereja yang handal, hamba yang berhati misi mampu berteologi lintas budaya.
TUJUAN PENDIDIKAN STTELA
- Memperlengkapi mahasiswa agar memiliki Iman, Pengharapan dan Kasih yang utuh, murni dan mendalam kepada Tuhan Allah, dengan kata lain memiliki Spritualitas yang segar, hidup, dan matang.
- Mendidik mahasiswa agar memiliki Pengetahuan Alkitab, Misiologi dan keterampilan yang memadai sehingga mampu mengembangkan potensi desanya, sesuai dengan ilmu yang diperolehnya.
- Memiliki kematangan Rohani yang tercermin dalam hubungan kekeluargaan dan social, dengan menunjukkan sikap terbuka, hangat, peka, rendah hati, setia, penuh kasih, bertanggung jawab, fleksibel dan berintegritas.
- Memiliki pemahaman teologi dalam konteks Indonesia, taat dan menjunjung tinggi ajaran Firman Tuhan diatas kebudayaan manusia. Mampu dan bijaksana menilai situasi dan kondisi zaman secara kritis dalam terang kebenaran Firman Tuhan.
- Menghasilkan pemimpin yang berhati hamba (servant leader), tenaga pelayan yang siap pakai untuk merintis, memotivasi, menggembalakan, memimpin dalam jemaat, melayani dan mengembangkan potensi secara holistic untuk kesejahteraan masyarakat
TUGAS DAN PANGGILAN STTELA
Tugas yang diemban oleh STTELA adalah melayani masyarakat pedesaan dengan pelayanan pastoral dan pengembangan masyarakat berlandaskan Firman Tuhan yang termuat dalam Luk 4:18-19, dan Mat 25:31-46, serta berpartisipasi secara aktif melaksanakan tugas panggilan Tuhan Yesus di dunia ini melalui pelayanan yang kontekstual dan holistic.
TUGAS DAN PANGGILAN STTELA
Tugas yang diemban oleh STTELA adalah melayani masyarakat pedesaan dengan pelayanan pastoral dan pengembangan masyarakat berlandaskan Firman Tuhan yang termuat dalam Luk 4:18-19, dan Mat 25:31-46, serta berpartisipasi secara aktif melaksanakan tugas panggilan Tuhan Yesus di dunia ini melalui pelayanan yang kontekstual dan holistic.
CIRI KHAS DAN KEISTIMEWAAN
- Lokasi STTELA : Kampus terletak di daerah pedesaan, di lereng gunung Semeru yang sejuk, tenang dan ideal untuk belajar secara akademis, maupun praktik pelayanan serta dapat menikmati keindahan alam sebagai ciptaan Tuhan.
- Sarana Prasarana : Kampus milik sendiri dengan fasilitas asrama putera dan puteri yang terpisah, tetapi berdekatan dalam satu lokasi perkuliahan, perpustakaan, tempat ibadah, lahan pertanian-peternakan dan sarana olah raga.
- Komunitas : Mahasiswa dan mahasiswi serta para dosen memilki latar belakang suku dan denominasi gereja yang berbeda-beda memungkinkan interaksi social yang memperkaya wawasan dan toleransi dalam masyarakat. Di samping itu interaksi antara civitas akademika dengan masyarakat sekitar juga saling mendukung dan bersinergi.
- Keunikan Program : Program kegiatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat desa dan daerah terpencil secara holistic, memperlengkapi pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dan dirancang khusus untuk Pelayanan Pastoral dan Pengembangan Masyarakat di Pedesaan dan daerah-daerah terpencil.
- Sistem Pendidikan : Program pendidikan S1 dengan system paket yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.
- Metode pengajaran: Kuliah tatap muka, riset, seminar, presentasi, diskusi, simulasi dan praktik lapangan.
- Muatan Program : Muatan Program Studi Teologi Kependetaan di STT Elohim Indonesia meliputi mata kuliah yang dikelompokkan dalam Kurikulum Nasional sebesar 80 SKS dan Kurikulum Institusional sebesar 80 SKS yang meliputi :
a. Pastoral : Biblika, Etika Kristen, Manajemen Konflik, Sistematika Teologi, Psikologi, Komunikasi, Pastoralia Dan Pendidikan Kristen.
b. Rural Development meliputi : Teknologi Tepat Guna , Ekonomi Kerakyatan, Pengembangan Masyarakat Terpadu, Enterpreunership, Pluralitas Masyarakat, Teologi Pembangunan, Misi dan Spiritualitas, Misiologi Kontekstual, Filsafat Agama dan Agama Suku, Islamologi.
- Strategi Pelayanan :
- Membangun kemitraan dengan gereja-gereja (sinode), organisasi Kristen, dan lembaga-lembaga lain yang memiliki kepedulian serupa.
- Mengindentifikasi potensi dan sumber daya di pedesaan, untuk digunakan bagi masyarakat desa secara serasi dan kontekstual.
- Menggali dan menggalang sumber dana, guna mendukung Visi dan Misi di atas.
MEKANISME RAPAT PENYUSUNAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN STRATEGI PTKK DAN PRODI
Mekanisme rapat penyusunan visi, misi, tujuan dan strategi PTKK dan Prodi sebagai berikut:
- Ketua STT Elohim Indonesia mengadakan rapat dengan Pengurus Yayasan, Para Dosen, staff tenaga kependidikan, dan perwakilan Alumni STTELA
- Berdasarkan hasil rapat, maka dipilih tim penyusunan visi, misi, tujuan dan strategi.
- Tim akan menggali data mengenai kritikan, saran, evaluasi, aspirasi dari Pengurus Yayasan, dosen, stakeholder, alumni dan mahasiswa STTELA.
- Tim akan merumuskan visi, misi, tujuan dan strategi dalam bentuk draf
- Draf yang telah dirumuskan oleh panitia akan didiskusikan melalui rapat yang dihadiri oleh pengurus Yayasan Dian Kencana Indonesia, stakeholder, pengurus STTELA, dosen, alumni dan perwakilan mahasiswa (Senat)
- Berdasarkan hasil rapat lengkap (pleno), draf akan dievaluasi, diperbaiki, dan disempurnakan dan kemudian disahkan dengan surat keputusan dari pimpinan Institusi.
JURNAL TEOLOGI OLIGOS
STTELA menerbitkan JURNAL TEOLOGI OLIGOS setiap tiga bulan yang dibagikan kepada para alumni, pedukung dan donatur. Oligos menyajikan karya tulis para dosen, mahasiswa, dan alumni, mengenai hasil riset, kesaksian, dan berita seputar kampus STTELA. Kehadiran JURNAL TEOLOGI OLIGOS diharapkan menjadi sarana komunikasi, informasi dan pembelajaran bagi seluruh civitas akademika dengan para stakeholder, selain itu media ini diharapkan menjadi embrio untuk penerbitan jurnal teologi di STT Elohim Indonesia.
PEKAN ORIENTASI TAHUN AKADEMIK
Segenap civitas akademik STTELA diwajibkan mengikuti pekan orientasi pada permulaan tahun ajaran baru yang diadakan selama 5 hari. Program ini merupakan kegiatan resmi sekolah yang dipimpin oleh Puket III dan dibantu oleh Senat mahasiswa. Pekan orientasi ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada para mahasiswa baru untuk membuka wawasan lingkungan kampus dan luar kampus, serta penyegaran spiritualitas. Selain itu juga, mahasiswa baru diperkenalkan dengan tata tertib kampus dan tuntutan kehidupan dalam asrama, serta disiplin akademik.
IBADAH DAN PERSEKUTUAN KELOMPOK KECIL
Ibadah adalah motor penggerak dalam kegiatan akademik dan spiritualitas suatu komunitas teologi. Hal ini dilaksanakan dan dihayati secara konsisten di STTELA. Ibadah Umum di kampus diselengarakan setiap hari selasa sampai dengan Jumat pukul 09.00 s/d 10.00 wib Ibadah dilayani oleh para mahasiswa, para dosen, pendeta tamu, diikuti oleh semua mahasiswa, dosen dan staff. Liturgi bersumber dari tata ibadah yang digunakan oleh gereja-gereja di Indonesia. Teks renungan telah ditentukan oleh Senat Mahasiswa yang tertuang dalam program tahunan Seksi Rohani. Para mahasiswa umumnya mengikuti ibadah minggu di gereja-gereja di mana mereka melayani pada akhir minggu (week and).
Persekutuan doa pagi bersama dilaksanakan setiap pukul 04.30 sampai 05.30 wib memakai buku renungan harian yang diberikan oleh sekolah, dan dilanjutkan dengan sharing dan berdoa bersama. Doa malam dilaksanakan setiap hari pukul 18.00 sampai 18.45 dengan pokok-pokok doa yang ditetapkan oleh Senat Mahasiswa.
PELAYANAN AKHIR PEKAN
Mahasiswa diarahkan untuk mempersiapkan diri lebih dini ke dalam berbagai bentuk pelayanan gereja, lembaga pendamping gereja dan lembaga social Kristen. Mahasiswa tingkat II semester 3 ke atas, di wajibkan mengikuti pelayanan akhir minggu (week end) ke gereja-gereja / lembaga terdekat sekitar kampus yang telah bekerja sama dengan STTELA. Mereka berangkat jumat sore dan kembali ke kampus pada minggu sore/senin pagi. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajar Sekolah Minggu, Pendalaman Alkitab, memimpin persekutuan rumah tangga, memimpin liturgy, bermain musik dan berkhotbah. Pelayanan “week end” diatur oleh Puket III, Bidang Kemahasiswaan.
SENAT MAHASISWA
Senat mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia (SEMA-STTELA) dibentuk untuk menampung aspirasi para mahasiswa dan membantu STTELA dalam melaksanakan tugas Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa sendiri dan disetujui oleh Ketua STTELA. Senat Mahasiswa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di dalam kampus maupun di luar kampus, untuk mempererat hubungan antar mahasiswa dan memajukan kehidupan rohani mahasiswa serta memberikan sumbangsih bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh SEMA STTELA meliputi : Menyelenggarakan perayaan Kristen yaitu : Natal, Paskah dan lainnya., mewakili STTELA dalam persekutuan, pertemuan antar kampus STT dan antar mahasiswa. Kegiatan bersama masyarakat sekitar, meliputi : bermain olah raga, kerja bakti membersihkan lingkungan, mengikuti kegiatan masyarakat setempat dalam acara hari besar Nasional seperti : 17 Agustus, Bersih Desa, Pemilihan Umum, dll. Semua rencana kegiatan SEMA-STTELA dilaksanakan dengan persetujuan Ketua STTELA (Cq Puket III, Bidang Kemahasiawaan).